Hari ini matahari begitu terik
Panas...
Awan tampak begitu tipis di langit
Bel yang ditunggu berbunyi
Hamburan debu yang terinjak
Terinjak kaki-kaki yang merasa bebas
Aku ada ditengah-tengah kerumunan itu
Ingatanku melayang
Pagi itu aku berjalan sendiri
Melintasi lorong-lorong sekolah
Suara yang begitu familiar kudengar
Saat menoleh, senyuman yang sangat kusuka itu merekah
Lambaiannya memanggilku
Aku pun mendatanginya dan duduk disebelah
Aku gugup...
Namun aku berusaha tidak menampakan perasaanku itu
Dia begitu pintar bercanda
Dia membuat jantungku berdegup
Dia selalu tahu bagaimana caranya
Dia menyandarkan kepalanya dengan lembut di bahuku
Entah kenapa aku semakin gugup
Lalu detik waktu menyelamatkanku
Lamunanku buyar
Dering handphone terdengar nyaring
Aku tahu artinya...
Segera kuayunkan kakiku ke gerbang
Lalu akupun meluncur pergi.....
Ayunan langkah tak pasti
Aku ingin mengulangi momen itu
Sayang tak ada kesempatan
Lalu aku terkejut
Suara tadi pagi terdengar lagi
Lambaian yang sama memanggilku
Aku bertemu dengannya lagi
Aku merasa benci pada diriku
Mengapa aku gugup ?
Siang itu aku ikut dengannya
Sesekali aku melirik padanya
Dia masih sama seperti yang kusuka dahulu
Tetap sama
Keadaannya pun tetap sama
Dia masih ada yang punya
Aku hanya menjadi temannya
Padahal satu bagian dalam diriku berteriak berbeda
Tapi itu hanya imajinasiku saja
Tak mungkin aku memilikinya
Kadang aku merasa
Aku rindu padanya
Aku sayang dirinya
Aku pun berharap dia tahu perasaanku padanya
No comments:
Post a Comment