Sunday, October 5, 2014


Hari ini matahari begitu terik

Panas...

Awan tampak begitu tipis di langit

 

Bel yang ditunggu berbunyi

Hamburan debu yang terinjak

Terinjak kaki-kaki yang merasa bebas

Aku ada ditengah-tengah kerumunan itu

Ingatanku melayang

 

Pagi itu aku berjalan sendiri

Melintasi lorong-lorong sekolah

Suara yang begitu familiar kudengar

Saat menoleh, senyuman yang sangat kusuka itu merekah

Lambaiannya memanggilku

Aku pun mendatanginya dan duduk disebelah

Aku gugup...

Namun aku berusaha tidak menampakan perasaanku itu

Dia begitu pintar bercanda

Dia membuat jantungku berdegup

Dia selalu tahu bagaimana caranya

Dia menyandarkan kepalanya dengan lembut di bahuku

Entah kenapa aku semakin gugup

Lalu detik waktu menyelamatkanku

 

Lamunanku buyar

Dering handphone terdengar nyaring

Aku tahu artinya...

Segera kuayunkan kakiku ke gerbang

Lalu akupun meluncur pergi.....

 

Ayunan langkah tak pasti

Aku ingin mengulangi momen itu

Sayang tak ada kesempatan

Lalu aku terkejut

Suara tadi pagi terdengar lagi

Lambaian yang sama memanggilku

Aku bertemu dengannya lagi

Aku merasa benci pada diriku

Mengapa aku gugup ?

Siang itu aku ikut dengannya

Sesekali aku melirik padanya

Dia masih sama seperti yang kusuka dahulu

 

Tetap sama

Keadaannya pun tetap sama

Dia masih ada yang punya

Aku hanya menjadi temannya

Padahal satu bagian dalam diriku berteriak berbeda

Tapi itu hanya imajinasiku saja

Tak mungkin aku memilikinya

Kadang aku merasa

Aku rindu padanya

Aku sayang dirinya

Aku pun berharap dia tahu perasaanku padanya